Cerita Malam di Alun-alun Purwokerto
HL | 14 July 2011 | 12:13
Sumbr gambar: adira21.blogspot.com
“Duduk di hamparan rumput hijau bermandikan cahaya lampu sambil memandang Si Panji, seakan masuk dalam kehidupan di dua masa yang berbeda”*
Semalam saya dan keluarga bertamasya. Tamasya asyik tapi murah meriah. Ya, refreshing memang tidak harus mahal dan jauh-jauh. Kami sekeluarga hanya duduk-duduk di alun-alun Purwokerto. Duduk sambil ngemil, menyaksikan anak-anak bermain bola atau bermain balon sabun. Ada kehangatan kebersamaan walau cuma nongkrong bersama.
Alun-alun yang di malam hari ramai dikunjungi sebagai sarana refreshing keluarga murmer ini memang mempunyai daya tarik yang eksotis. Dengan TV raksasa (videotron) dan pencahayaan lampu-lampu yang semarak, serta rumput yang terawat sehat dan rapi, letaknya pun tepat di pusat keramaian kota yang semakin modern. Ada perasaan damai, nyaman,tapi juga mistis, yang menjalari. Saat kami duduk-duduk di hamparan rumput di alun-alun Purwokerto, yang bergaya modern minimalis, sambil memandang ke arah gedung kabupaten, dimana terletak Pendopo Si Panji, bangunan yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.
Sumber gambar: wiedpatikraja.blogspot.com
Kembali lagi ke alun-alun Purwokerto, sekarang memang terlihat lebih modern dibandingkan sebelumnya. Direnovasi pada tahun 2008, sempat menuai pro dan kontra dari masyarakat, khususnya masyarakat pecinta budaya dan tradisi.
Alun-alun dan Pendopo Si Panji, sumber gambar: wikimapia.org
Nah, saat Bp. Bupati Mardjoko mencanangkan renovasi, dengan perubahan formatnya, dimana alun-alun itu disatukan menjadi satu lapangan luas, tentu banyak yang kontra, khususnya mengenai keberadaan dua pohon beringin di pusat alun-alun yang harus dihilangkan.
Renovasi terus berjalan dan pemerintah daerah sepertinya juga sungguh-sungguh dalam
merealisasikan simbol kota yang nyaman dan terawat. Ini terbukti dari intensitas perawatan rumput dan tanaman disekitarnya. Juga sarana dan prasarana yang tersedia, yang pastinya
membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Sumber gambar: sekarlangit.blogspot.com
Sayangnya,
masih saja ada segelintir orang yang menyia-nyiakan keindahan alun-alun
Purwokerto ini dengan kemalasannya. Malas membuang sampahnya sendiri.
Masih terlihat bertebaran plastik pembungkus makanan atau koran/kertas
yang digelar untuk dudukan. Sebetulnya tidak susah kok kalau memang
niat, dan kalau masing-masing orang mau sadar. Tinggal dikumpulkan
sampah-sampah tersebut (sampah masing-masing saja), dicangking saat mau pulang. Toh gerobak sampah sudah banyak tersedia disekitaran alun-alun. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar